Pelet Bulu Perindu 
Bulu Perindu Asli Kalimantan

Di dalam blog ini akan saya jelaskan tentang khasiat dari Bulu Perindu yang melegenda yang khasiat utamanya adalah sebagai media pengasihan atau pemikat lawan jenis, baik Pria ataupun Wanita. Bulu perindu dapat mengatasi Solusi asmara anda yang kandas, pacar diambil orang, cinta bertepuk sebelah tangan, dan semua yang berhubungan dengan asmara. 

Ciri - ciri keaslian
Jika ditetesi / dibasahi air dan diletakkan di atas lantai atau sehelai kertas, maka secara menakjubkan Bulu Perindu tersebut akan menggeliat - geliat laksana seekor cacing. Sepasang Bulu Perindu jika didekatkan / dipertemukan ujung - ujungnya, secara ajaib akan berangsur - angsur saling mendekat dan melilit.

Testing Video Keaslian Bulu Perindu Kami


jika anda ada target khusus, saya sarankan anda mengirimkan data ke whatsaap seperti nama panggilan anda dan pasangan. Foto masing-masing anda dan pasangan anda dengan syarat wajah masing-masing harus jelas agar saya mudah mengerjakannya dan cepat hasilnya, boleh foto sendiri atau berdua dengan pasangan anda.

mahar tingkat satu 350.000 sudah ongkos kirim
khasiatnya antara lain.. pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh, mengembalikan pasangan yang selingkuh, cocok untuk pria dan wanita.

mahar tingkat Dua 550.000 ribu sudah ongkos kirim
Khusus yang tingkat dua perbedaanya dengan tingkat satu adalah khusus bagi yang sudah berumah tangga atau sudah menikah, mengapa demikian karena power atau bulu perindu tingkat 2 mempunyai power 2x lebih besar dari tingkat 1 karena untuk orang yang sudah menikah rata-rata mempunyai aura yang sudah melemah karena faktor energi cakranya yang meredup akibat sudah seringnya berhubungan badan, jadi dibutuhkan kekuatan ekstra untuk
menggunakan bulu perindu ini.
kekuatan bulu perindu tingkat 2 ini difokuskan untuk mengembalikan pasangan yang selingkuh/pergi dengan laki-laki lain atau sudah tidak cinta lagi
khasiatnya antara lain..
pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh, mengembalikan pasangan yang selingkuh, cocok untuk pria dan wanita tanpa ritual, puasa dan tanpa pantangan juga bisa di wariskan ke Anak Cucu.

Penjelasan cara pakai :  Untuk hasil dan manfaat 2 hari pakai sudah terasa hasilnya, Anda cukup simpan dalam dompet sesuai niat, karena sudah saya persiapkan sesuai untuk kebutuhan anda, dan juga panduan cara pakai untuk keluhan anda juga lengkap saya kirim via jne atau pos kilat untuk cara pakai minyak cukup oles ke bagian tubuh anda, dimana aja sesuai niat dan tujuan anda, dan saya  lengkapi juga  dengan cara pakai jarak jauh tanpa harus bertemu target anda. Sangat aman tidak ada pantangan atau efek samping dan perawatan khusus.

mahar Minyak Bulu Perindu 650.000 ribu sudah ongkos kirim

Mahar Bulu peirndu tingkat 3 khusus minyak dan sepasang bulu perindu ini dipadukan dengan kekuatan minyak bulu perindu itu sendiri jadi dengan kata lain kekuatannya akan semakin sempurna untuk anda gunakan, khusus untuk minyak bulu perindu ini energinya lebih difokuskan untuk mengembalikan pasangan anda yang sudah berpaling dari anda dan pergi meninggalkan anda/selingkuh ke orang lain.

jika anda ingin datang ke Padepokan  kami yang berada di Jl bakaran batu no 182 lubuk pakam kota (sumut). untuk pengiriman atau pemaharan luar kota media bisa kami kirim ke alamat anda menggunakan jasa jne, pos, jnt dan tiki lama sampai tergantung lokasi tujuan anda untuk kota² besar biasa pengiriman hanya 2 hari saja sampai.

"Disclaimer : Hasil dan manfaat media bulu perindu dan minyak bulu perindu ini akan di jamin hasilnya jika niat dan tujuan anda menggunakannya dengan baik tanpa ada unsur untuk merugikan pasangan anda"

"Bagi Para Pria dan wanita Yang Ingin Berhasil Dalam Mengatasi masalah asmara, jodoh, perselingkuhan, agar di sayang atasan dan juga pelaris usaha, Bisa Menggunakan Bulu Perindu Ini Sebagai Solusi"

setelah transfer Mahar harap konfirmasi sms ke no 0896-6922-9050  sertakan juga no hp dan alamat lengkap saudara untuk memudah kan pengirimam bulu perindu dan Minyak bulu perindu dan tata cara penggunaanya akan di kirim melalui JASA JNE,TIKI DAN POS.

NB: untuk pemohon agar terlebih dahulu mengirimkan pesan WA atau email bulusukmapemungkas@gmail.com dan jika ingin kontak langsung hub atau sms ke no saya.
 
TESTIMONI DARI WA





 

 

 

S








Bukti pengiriman JNE dan Pos Indonesia

Konsultasi Klik di bawah ini



Whatsapp 0896-6922-9050

MAHAR MINYAK BULU PEERINDU |MAHAR PELET MANTRA  |MAHAR PELET FOTO | | MAHAR PELET SEMAR MESEM | MAHAR PUTER GILING|MAHAR PELET TEMPE|TLP/SMS/WA: 0896-6922-9050 

Note: Jika 2 kali panggilan telepon tidak diangkat harap maklum berarti kami sedang sibuk, Silahkan tinggalkan pesan.

Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Ma’un Ayat 7

Tafsir Rahnama: Surat Al-Ma’un Ayat 7

http://ajian-pelet.blogspot.com/Ayat 7

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7)

Wa Yamna`ūna Al-Mā`ūna

Dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Ayat ketujuh dari surat al-Ma'un ini diturunkan di Madinah, sehingga tergolong ayat-ayat Madani.

1. Barangsiapa yang tidak mau menolong orang dengan meminjamkan barang-barang yang ada di rumahnya akan mendapat laknat Allah dan tempatnya di neraka.

Fawaylun Lilmuşallīna... Wa Yamna`ūna Al-Mā`ūna

Kata al-Ma'un merupakan bentuk umum dari barang-barang yang ada di rumah termasuk ceret air, kapak dan bejana (Misbah). Kata ini berarti perbuatan baik, hujan, air dan segala sesuatu yang bermanfaat (Qamus). Akar kata ini adalah Ma'n yang berarti sesuatu yang sedikit dan mudah. Tapi sebagian menyebut akar katanya dari Ma'unah yang berarti sesuatu yang dapat membantu (Sihhah Lughah)

2. Tidak percaya akan hari kebangkitan, pahala dan balasan ilahi menjadi sumber bagi ketidakpedulian manusia atas kebutuhan hidup orang lain.

‘Ara'ayta Al-Ladhī Yukadhdhibu Bid-Dīni ... Wa Yamna`ūna Al-Mā`ūna

3. Jangan menolak orang yang datang untuk meminta bantuan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya.

Fawaylun... Al-Ladhīna... Wa Yamna`ūna Al-Mā`ūna

4. Melaksanakan salat tanpa memutuskan untuk membantu orang yang membutuhkan pada dasarnya lalai akan hakikat salat.

Al-Ladhīna Hum `An Şalātihim Sāhūna... Wa Yamna`ūna Al-Mā`ūna

5. Tidak fokus pada salat akan menjadi penyebab manusia terhalang untuk membantu orang lain.

`An Şalātihim Sāhūna... Wa Yamna`ūna Al-Mā`ūna

6. Sikap orang lalai dan riya saat melakukan salat kemudian tidak mau membantu orang lain dengan meminjamkan perabot rumahnya lebih tercela dari orang yang menghardik anak yatim dan tidak peduli dengan orang miskin.

Al-Ladhī Yadu``u Al-Yatīma... Wa Lā Yaĥuđđu... Fawaylun Lilmuşallīna. Al-Ladhīna... Wa Yamna`ūna Al-Mā`ūna

Sekalipun ayat Fa Wailun Lil Mushallina merupakan kelanjutan dari sifat-sifat sebelumnya yang mendustakan balasan ilahi, tapi huruf Fa dan perubahan konteks menunjukkan perubahan tingkat keburukannya dengan dua sifat sebelumnya. Dengan demikian, sifat dalam ayat ini setara dengan yang dimiliki Mushallin dan itu berarti lebih buruk ketimbang sifat yang dimiliki dalam ayat kedua dan ketiga.

7. Imam Shadiq as tentang firman Allah "Wa Yamna`ūna Al-Mā`ūna" berkata, "Ma'un adalah utangan yang diberikan kepada seseorang dan perbuatan baik yang dilakukan kepada orang lain serta perabot rumah yang dipinjamkan. Termasuk bagian dari Ma'un adalah zakat. http://ajian-pelet.blogspot.com

Tafsir Ilmu Al-Quran Surat Al-Hijr Ayat 21-25

Tafsir Al-Quran, Surat Al-Hijr Ayat 21-25

http://ajian-pelet.blogspot.com/Ayat ke 21

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ (21)

Artinya:
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu. (15: 21)

Allah Swt adalah pencipta alam semesta dan seluruh isinya. Allah menentukan ukuran dan kapasitas tertentu bagi makhluk berdasarkan hikmah-Nya. Karena Allah adalah pencipta, maka Dia pula yang akan memenuhi seluruh kebutuhan makhluk-Nya dan Dia pula sumber seluruh p otensi dan kemampuan seluruh makhluk. Allah menurunkan setiap karunia-Nya dengan ukuran yang tepat, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai ayat al-Quran dengan menggunakan kata takdir yang berarti ukuran dan ketentuan. Meskipun demikian, hal tersebut tidak bermakna mengabaikan peran manusia dalam meraih anugerah dan kenikmatan Ilahi. Ketika manusia berusaha, maka ia akan mendapatkan karunia tersebut. Secara alamiah, tanpa usaha dan kerja keras, anugerah Ilahi tidak akan tercapai.

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Alam semesta berserta seluruh potensi dan kekayaannya berada di tangan Allah Swt dan Dia menganugerahkan kenikmatan kepada makhluk-Nya sesuai kebutuhan berdasarkan hikmah dan kemaslahatan.
2. Segala sesuatu berasal dari Allah Swt. Dengan demikian kita tidak boleh mencari dan meminta kepada selain-Nya.

Ayat ke 22

وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ (22)

Artinya:
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (15: 22)

Ayat ini merupakan salah satu perwujudan rahasia Ilahi yang telah dijelaskan pada ayat sebelumnya. Di ayat tersebut dikatakan, air minum adalah kebutuhan terpenting bagi manusia untuk melanjutkan hidup. Manusia sendiri tidak bisa memenuhi dan menjamin kebutuhan tersebut dan hanya Allah mengirim awan-awan ke berbagai tempat. Melalui proses benturan antara awan, hujan turun membasahi bumi dan manusia terbebas dari dahaga.

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Awan, angin dan hujan merupakan nikmat ilahi terpenting dan kehidupan manusia tergantung padanya.
2. Alam semesta berada dalam pengaturan ilahi dan Allah yang mengatur dan menetapkan hukum kausalitas di alam.

Ayat ke 23-25

وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ (23) وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ (24) وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ (25)

Artinya:
Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi. (15: 23)

Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada-mu dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (daripadamu). (15: 24)

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang akan menghimpunkan mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (15: 25)

Ayat ini menyinggung tentang kehidupan dan kematian manusia. Di ayat ini, Allah berfirman, hidup dan mati kalian bukan di tangan kalian dan bukan pula di tangan yang lain. Tapi hanya Allah yang abadi dan mewarisi seluruh keberadaan. Setelah seluruh makhluk mati, pada Hari Kiamat Allah membangkitkan mereka dan dengan ilmu dan hikmah-Nya Dia memperlakukan mereka.

Dalam hal ini, tidak ada perbedaan antara kalian dengan orang-orang terdahulu maupun generasi mendatang. Karena di hadapan Allah Swt masa lalu, kini dan masa depan tidak bermakna sama sekali. Semua makhluk jelas di hadapan-Nya. Allah Swt, tidak pernah lupa akan masa lalu dan tidak bingung pada masa kini serta mengetahui dengan benar akan masa depan.

Tema mustaqdimin (orang-orang terdahulu) dan musta'khirin (generasi mendatang) memiliki makna yang luas. Terma ini bermakna orang-orang yang berpacu dengan waktu yaitu para pendahulu dan generasi mendatang. Selain itu, juga bermakna orang-orang yang berlomba dalam melakukan perbuatan baik atau orang yang maju dalam peperangan melawan musuh-musuh kebenaran.

Dari tiga ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Berputarnya waktu tidak mempengaruhi ilmu Allah Swt. Dalam ilmu Allah, tidak ada bedanya antara masa lalu, kini dan masa depan.
2. Jika diyakini bahwa Allah Swt mewarisi seluruh manusia, maka kita harus berusaha untuk melakukan perbuatan baik sebagai warisan untuk Hari Kiamat kelak.
3. Sebagai kelaziman hikmah Allah, orang-orang yang mati setelah hidup di dunia ini, akan dibangkitkan kembali pada hari kiamat. Dengan demikian, jika perbuatan manusia hanya berakhir dengan kematian dan tidak ada pertanggungjawaban sama sekali, maka penciptaan alam akan sia-sia belaka. http://ajian-pelet.blogspot.com

Pentingnya Belajar Agama

Sejenak Bersama Al-Quran: Pentingnya Belajar Agama

http://ajian-pelet.blogspot.com/Pentingnya Belajar Agama

Allah Swt berfirman:

"Tidak sepatutnya bagi Mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS. at-Taubah: 122)

Kata Din atau agama dalam ayat ini berarti kumpulan undang-undang ilahi dan peraturan lahiriah dan batiniah Islam. Sementara hanya Islam yang menjadi satu-satunya agama yang diterima oleh Allah Swt. "Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam...Dengan arti pasrah kepada Allah.

Tafaqquh fi ad-Din atau belajar agama berarti upaya untuk mengenal lebih dalam tentang agama, akidah dan hukum Islam.

Belajar agama terkadang dilakukan untuk dunia, jabatan, suka belajar, hiburan dan agar tidak tertinggal dari yang lain. Tapi terkadang orang belajar agama dengan niat hanya untuk agama, Allah, surga, menyelamatkan umat dan lain-lain. Tentu saja belajar agama dengan cara yang kedua lebih bernilai karena dapat mengingatkan orang lain dan mengajak mereka kepada Allah. (untuk memberi peringatan kepada kaumnya)

Harus ada dari setiap daerah untuk belajar di pusat-pusat keagamaan sehingga ada di setiap tempat sesuai yang dibutuhkan. Seorang cendekiawan yang tidak berpindah tempat tidak akan pernah menjadi seorang ulama yang sempurna. Mengenai seseorang yang tinggal di rumahnya, Imam bertanya, "Lalu bagaimana ia memperdalam agama?

Fiqih sedemikian pentingnya sehingga ketika Nabi Muhammad Saw akan melepas Imam Ali as ke Yaman, beliau memerintahkannya untuk mengajarkan fiqih kepada masyarakat di sana. "Faqqih Hum fi ad-Din. Nabi Saw kemudian mendoakan Imam Ali as, "Allahumma Faqqih Hu fi ad-Din.Padahal Imam Ali as merupakan yang paling faqih dari masyarakat, setelah Nabi Saw.

Imam Ali as sendiri menasihati anaknya, "Belajarlah agama! Sesungguhnya Fuqaha adalah pewaris para nabi Imam Husein as di malam Asyura memuji Allah dengan ungkapannya, "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kami sebagai faqih.

Belajar agama dan mengajarkannya kepada masyarakat hukumnya wajib kifa'i dan tujuan dari belajar adalah untuk mengingatkan masyarakat, membuat mereka sadar, membantu mereka keluar dari kelalaian dan mengajak mereka untuk menyikapi segala masalah yang terjadi. Dengan demikian, para pelajar agama membutuhkan dua bentuk hijrah; pertama menuju tempat belajar dan kedua dari sana menuju ke daerah-daerah. Itulah mengapa tetap tinggal di tempat belajar agama tidak diperbolehkan.

Ada yang bertanya dari Imam Shadiq as, "Apa kewajiban masyarakat bila terjadi sesuatu kepada Imam?" Imam Shadiq as kemudian membacakan ayat 122 dari surat at-Taubah dan berkata, "Masyarakat dari daerah dan etnis mana saja harus bergerak untuk mengetahui Imam-nya. http://ajian-pelet.blogspot.com

Tafsir Ilmu Al-Quran Surat Al-Hijr Ayat 26-31

Tafsir Al-Quran, Surat Al-Hijr Ayat 26-31

http://ajian-pelet.blogspot.com/Ayat ke 26-27

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ (26) وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ (27)

Artinya:
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (15: 26)

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (15: 27)

Pada kesempatan sebelumnya, kita telah membahas ayat-ayat yang menjelaskan berbagai karunia nikmat Allah seperti penciptaan langit, bumi, angin dan hujan. Ayat 26 dan 27 ini secara global membicarakan tentang penciptaan manusia dan jin. Ayat ini menerangkan bahwa manusia berasal dari air dan tanah sedangkan jin berasal dari api.

Berbagai ayat al-Quran menjelaskan bahwa penciptaan manusia terpisah dari hewan dan perkembangan manusia pun berbeda dengan hewan. Allah Swt menciptakan manusia pertama yaitu Nabi Adam as secara langsung dari tanah dan memberinya kehidupan. Namun keberlanjutan hidup umat manusia bergantung pada makanan yang bahannya berasal dari tanah. Hal ini disinggung dalam berbagai ayat di antaranya surat al-Kahf ayat 37 yang mengatakan, "Apakah kamu kafir kepada Allah Swt yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna."

Selain manusia, Allah menciptakan makhluk lain bernama jin yang populasinya lebih banyak dari manusia. Hal ini disebutkan dalam berbagai ayat al-Quran, bahkan ada surat khusus dalam al-Quran yang bernama surat Jin.

Dalam terminologi al-Quran, jin adalah makhluk yang terkena taklif (kewajiban) dari Allah Swt dan menjadi lawan bicara kalam ilahi. Sebagaimana manusia, jin juga terdiri dari laki-laki dan perempuan. Sebagian mereka beriman dan sebagian lainnya kafir. Iblis yang telah menipu Nabi Adam as dan Hawa as, temasuk dari kalangan jin. Iblis berada dalam barisan malaikat, karena beribadah kepada Allah. Namun, iblis menjadi kafir, karena membangkang perintah Allah dan menolak sujud kepada Adam.       

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Nilai dan keutamaan manusia bukan dilihat dari sisi jasmaninya, namun terletak pada ruhnya. Karena jasmani manusia berasal dari tanah hitam yang hina.
2. Seorang mukmin, selain meyakini adanya makhluk yang kasat mata juga meyakini keberadaan alam gaib seperti jin dan malaikat.

Ayat ke 28-29

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ (28) فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ (29)

Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (15: 28)

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (15: 29)

Di ayat ini Allah Swt berfirman kepada malaikat mengenai penciptaan manusia. Masalah ini disebutkan dalam berbagai surat al-Quran. Dari ayat tersebut kita  memahami bahwa Allah menciptakan malaikat sebelum manusia. Berdasarkan ayat tersebut, perintah sujud kepada manusia tidak dilihat dari sisi penciptaan manusia dari tanah, tetapi dari sisi ditiupkannya ruh ilahi kepada manusia.
Jelas kiranya, maksud tiupan ruh ilahi dalam diri manusia bukan pemberian nyawa dan nafas. Karena hewan juga bernyawa dan bernafas. Namun maksudnya Allah menganugerahkan kapasitas dan potensi kepada manusia untuk memperoleh ilmu dan kreativitas. Sujudnya malaikat kepada manusia, bukan sebuah sujud simbolik, tetapi bermakna bahwa malaikat menghormati makluk yang bernama umat manusia, karena malaikat melayani manusia dalam setiap urusannya.

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Manusia adalah makhluk yang terdiri dari dua dimensi, yaitu dimensi material dan spiritual atau dimensi jasmani dan ruhani. Dengan demikian, selain memiliki naluriah manusia juga memiliki sisi spiritual.
2. Manusia merupakan manifestasi sebagian dari kesempurnaan dan sifat-sifat ilahi. Allah menganugerahkan kapasitas tersebut dalam diri manusia.

Ayat ke 30-31

فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (30) إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ (31)

Artinya:
Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama. (15: 30)

Kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu. (15: 31)

Allah memerintahkan para malaikat agar bersujud kepada Adam dan mereka pun mematuhinya. Karena pada prinsipnya, malaikat adalah akal murni dan pengingkaran tidak bermakna bagi mereka. Sebagaimana dijelaskan di ayat lainnya, dalam keadaaan apapun malaikat tidak pernah menentang perintah Allah. Namun iblis yang dikatakan al-Quran dari golongan jin menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam karena menganggap dirinya lebih baik. Padahal, seharusnya Iblis menjalankan perintah Allah bersujud kepada Adam, bukan membandingkan penciptaan dirinya dengan penciptaan Adam.  

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Orang yang enggan berada dalam barisan orang-orang yang menunaikan shalat dan sujud bersama mereka, memiliki karakter setan.
2. Seorang mukmin tidak mencari-cari alasan dan dalih ketika mendapat perintah ilahi, sehingga tidak membangkang jika tidak mengetahui alasan perintah itu.http://ajian-pelet.blogspot.com

Tafsir Ilmu Al-Quran Surat Al-Hijr Ayat 32-38

Tafsir Al-Quran, Surat Al-Hijr Ayat 32-38

http://ajian-pelet.blogspot.com/Ayat ke 32-33

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ (32) قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ (33)

Artinya:
Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?" (15: 32)

Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (15: 33)

Sebelumnya, kita telah membahas kisah penciptaan Adam as dan perintah Allah kepada para malaikat untuk bersujud kepadanya. Namun Iblis yang juga mendapat perintah itu menolak bersujud. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah menanyakan kepada Iblis tentang penyebab keengganannya bersujud kepada Adam. Dalam jawabannya, Iblis mengatakan dengan nada mencibir bahwa ia lebih mulia dari manusia yang diciptakan dari tanah dan lumpur. Ia berkata, "Tuhanku! Aku tidak sudi bersujud kepada makhluk yang Engkau ciptakan dari tanah yang hina."

Iblis lupa bahwa ia berhadapan dengan perintah dari Allah, bukan perintah dari Adam untuk bersujud kepadanya. Jika perintah itu datangnya dari Adam mungkin saja Iblis punya hak untuk mengelak dari perintah itu, atau mengatakan bahwa dia diciptakan lebih dahulu daripada Adam sehingga lebih keutamaan di atasnya. Tetapi ketika Allah yang memerintahkan, maka tak ada alasan baginya untuk melaksanakan perintah itu, meski perintah tersebut berkaitan dengan penciptaan sebuah batu yang tak bernyawa.

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Keangkuhan adalah sifat yang sangat berbahaya. Keangkuhan itulah yang dapat menjerumuskan siapapun juga bahkan mereka yang telah sampai ke derajat para malaikat sehingga ingkar dan menentang perintah Allah Swt.
2. Keutamaan yang diukur dari sisi penciptaan dan ras adalah pemikiran gaya Iblis. Semuanya di hadapan Allah sama kecuali mereka yang dianugerahi kemuliaan oleh Allah.

Ayat ke 34-35

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (34) وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (35)

Artinya:
Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk. (15: 34)

Dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat". (15: 35)

Setelah Iblis mengakui keingkarannya kepada perintah Allah dan tidak mampu mengutarakan alasan logis pengingkaran ini, akhirnya Allah mengusir Iblis dari kedudukan sebelumnya, dan berfirman, "Engkau tidak akan memperoleh rahmatKu hingga hari kiamat nanti."

Sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat, Iblis yang berasal dari bangsa Jin, berada pada barisan para Malaikat, hal ini karena banyaknya ibadah yang ia lakukan. Oleh karena itu, ketika Allah mengeluarkan perintah bersujud kepada Nabi Adam as, pada saat itu Iblis juga berada pada barisan para Malaikat dan termasuk mereka yang diperintah untuk bersujud. Tetapi setelah Iblis membangkang, ia diusir dari kedudukannya dan mendapatkan laknat dari Allah.

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Sikap takabbur dan sombong selain tidak memberikan kemuliaan dan keagungan kepada manusia, justru menjatuhkan derajatnya. Iblis mendapatkan laknat dari Allah karena keangkuhannya.
2. Terkadang satu sikap membangkang, menghapus seluruh amal ibadah.

Ayat ke 36-38

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (36) قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (37) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (38)

Artinya:
Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. (15: 36)

Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh. (15: 37)

Sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan. (15: 38)

Ketika Iblis mengetahui dirinya dilaknat hingga Hari Kiamat, ia meminta penangguhan kepada Allah agar tetap hidup sampai hari dimana umat manusia dibangkitkan. Karena sunnah Ilahi adalah memberi kesempatan dan waktu sesuai mashalat. Allah memberi waktu kepada Iblis, tetapi tidak sampai hari kiamat, melainkan hingga waktu yang telah ditentukan oleh Allah. Hal menarik, setan daripada harus meminta maaf dan bertaubat atas kesalahannya, ia meminta waktu kepada Allah dan seraya mengakui ketuhanan Allah, Iblis berkata, "Ya Allah berilah penangguhan kepadaku," tanpa menjelaskan alasan meminta penangguhan. Akhirnya, Allah juga mengabulkan permintaan Iblis dan memberi penangguhan kepadanya.

Dari ketiga ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Ketika Allah mengabulkan permintaan dan memberi penangguhan kepada setan yang tidak lain adalah musuh terbesar-Nya, maka kita sebagai manusia tidak seharusnya berputus asa dari rahmat Allah.
2. Tujuan setan adalah untuk menyesatkan umat manusia. Oleh sebab itu, kita harus bersikap hati-hati dan bekal takwa, menjaga diri kita dari godaan-godaan setan. http://ajian-pelet.blogspot.com

Persahabatan Sesuai Syariat Islam

Persahabatan dalam Islam; Pengantar

http://ajian-pelet.blogspot.com/Kasih sayang senantiasa menarik manusia ke arahnya dan mempengaruhi pemikiran dan perasaan manusia. Itulah mengapa persahabatan dan pertemanan memiliki pengaruh luar biasa terhadap pembentukan kepribadian dan pemikiran manusia, bahkan betapa banyak masa depan seseorang ditentukan oleh sahabat. Hubungan pertemanan dan mencari teman merupakan satu kebutuhan mendasar manusia untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Manusia membutuhkan kehidupan bermasyarakat. Karena manusia seorang diri tidak mampu menyelesaikan seluruh masalah dan memenuhi seluruh kebutuhannya. Sangat penting bagi manusia untuk menjalin hubungan persahabatan dengan orang lain. Selain itu, indahnya kehidupan di dunia dibangun dengan kasih sayang kepada sesama. Sesuai dengan riwayat dari Ahlul Bait as, suatu hari Nabi Dawud as ingin mengetahui seberapa jauh anaknya Nabi Sulaiman as telah meraih hikmah dan bertanya tentang masalah ini kepadanya.

Nabi Sulaiman as menjawab, "Kasih sayang merupakan ruh ilahi pada hamba-hamba-Nya."

Agama Islam yang seisinya berupa rahmat sangat memperhatikan masalah kasih sayang dan dalam riwayat-riwayat Ahlul Bait ada ungkapan khusus tentangnya. Sekaitan dengan kondisi Imam Baqir as disebutkan bahwa beliau ketika di Mina dan bertemu dengan seorang sahabatnya yang kakinya sakit dan seakan-akan sulit untuk digerakkan lagi. Beliau menangis menyaksikan keadaan sahabatnya itu dan bertanya kepadanya, "Apa yang terjadi dengan kakimu?" Sahabatnya menjawab, "Saya datang dengan sebuah unta yang masih muda, sehingga membuat perjalananku bermasalah. Akhirnya saya terpaksa melewati jalur ke Mekah ini dengan berjalan kaki."

Imam Baqir as tampak sedih mendengar kisahnya. Tapi sesaat kemudian orang itu melanjutkan kisahnya, "Saya telah melakukan banyak dosa dan beranggapan pasti binasa. Tapi saya ingat betapa sangat mencintai Anda, cinta ini memberikan harapan dapat selamat dari kondisi ini dan harapan inilah yang menyelamatkan saya." Imam as dengan segera menyela ucapannya, "Bukankah agama itu adalah cinta?"

Ungkapan Imam Baqir as itu menunjukkan betapa manusia untuk meraih tujuan spiritual yang tinggi membutuhkan motivasi yang kuat seperti cinta, sehingga tanpa cinta ilahi banyak manusia beragama yang tidak mampu menanggung beban yang berat dalam kehidupannya. Cinta ilahi akan mempermudah segala kesulitan bagi orang beragama. Dari sini, satu dari elemen utama yang mampu membawa manusia kepada kesempurnaan adalah cinta. Bahkan pada dasarnya agama Islam ini dibangun untuk menjalani jalan persahabatan dengan Allah.

Imam Ali as berkata, "Kemudian, sesungguhnya Islam adalah agama Allah yang dipilih-Nya... dan menegakkan pilar-pilarnya di atas kecintaan kepada-Nya.

Meraih cinta ilahi ini ternyata juga membutuhkan penggerak yang kuat. Di sini, cinta kepada wali Allah dan Ahlul Bait Nabi Saw merupakan faktor paling kuat untuk meraih pertemanan dengan Allah dan sampai kepada seluruh kesempurnaan manusia. Cinta kepada mereka menjadi sarana untuk manusia dapat lebih memahami berhubungan dengan Allah. Artinya, mereka adalah manifestasi sifat Jamal dan Jalal Allah. Itulah mengapa Imam Hadi as dalam sebuah penggalan Ziarah Jami'ah mengatakan, "Barangsiapa yang menginginkan Allah, maka Allah akan memulainya dari kalian sendiri. Barangsiapa yang mengesakan-Nya, maka Dia akan menerima tauhidnya. Barangsiapa yang mencari Allah, maka Dia akan memperhatikanmu."

Dengan demikian, beragama tanpa cinta kepada Allah, Nabi, Ahlul Bait Nabi dan wali Allah akan menjadi sangat sulit dan pada hakikatnya seperti orang yang ingin membangun rumah tanpa fondasi dan tiang. Bangunan seperti ini akan segera runtuh dengan sedikit tiupan angin.

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kasih sayang yang benar dan kami akan membahas cara mendapatkan teman dan tata krama berteman dalam Islam. Harapan kami dengan menjelaskan ajaran Islam tentang persahabatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, kami berharap dapat meningkatkan budaya penyebaran kasih sayang di tengah-tengah masyarakat. http://ajian-pelet.blogspot.com

Kisah Nabi Yusuf As

Nabi Yusuf dan Kisah Terbaik dalam Al-Quran

Nabi Yusuf as memiliki kehidupan yang penuh liku-liku. Terkait kisah kehidupannya, al-Quran menyebutnya sebagai "Ahsan al-Qashash" yakni kisah-kisah yang terbaik.
Yusuf as pada masa kecil dimasukkan ke dalam sumur karena hasut dan kebencian saudara-saudaranya. Tapi ia selamat karena pertolongan Allah. Kemudian ia tinggal di dalam istana gubernur Mesir sebagai budak. Istri gubernur Mesir jatuh cinta kepada Yusuf dan menyiapkan segala jebakan dan sarana dosa bagi Yusuf. Namun dengan kekuatan iman Yusuf menjauhinya. Atas tuduhan kesucian dan menjaga kesucian, Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Karena kesabarannya, Allah menjadikan penjara sebagai tangga kesuksesannya dan dari situlah Yusuf menjadi pemimpin Mesir. Kisah detilnya demikian:

Zulaikha duduk menyendiri. Ia berpikir bagaimana caranya menyampaikan rahasia cintanya. Zulaikha mengkhawatirkan Yusuf. Karena Yusuf adalah pemuda yang benar-benar suci dan beriman. Yusuf benar-benar jujur dan beramanat dalam menjalankan pengabdiannya. Zulaikha tahu bahwa menjebak manusia-manusia beriman ke dalam nafsu setan benar-benar pekerjaan yang berat dan sulit. Melihat kondisi ini, setiap hari Zulaikha mencari trik untuk mendekatkan Yusuf kepada dirinya.

Hari itu gubernur Mesir tidak ada di rumah. Dengan sebuah alasan, Zulaikha meminta Yusuf untuk menemuinya dan pada saat itu pula pintu ditutup. Yusuf yang masih muda keheranan dan berkata, "Aku berlindung kepada Allah. Dia-lah yang mengasuh aku dan Dia-lah yang memberikan aku kedudukan yang baik."

Tahukah kamu, orang yang zalim tidak akan bahagia. Kemudian Yusuf segera menuju ke arah pintu.

Akal dan kepekaan hati Zulaikha sudah dikuasai oleh keinginan hawa nafsunya. Ia segera mengejar Yusuf dan menarik bajunya. Baju Yusuf robek dan pada saat itu pula gubernur Mesir datang.

Zulaikha menjadi pucat pasi dan ketakutan. Tapi segera sadar dan dengan tipu muslihat berkata, "Wahai gubernur Mesir! Yusuf tidak menjaga kehormatan istrimu. Apa balasan orang yang berniat buruk kepada istrimu, selain harus masuk penjara atau mendapatkan siksaan yang pedih." (Yusuf: 25)

Dengan takjub Yusuf berkata, "Tidak demikian! Istri Anda yang memanggil saya dan baju saya sebagai saksi kebenaran ucapan saya."

Dengan penuh rasa tidak percaya gubernur Mesir memandang keduanya. Ia mengenal Yusuf dengan baik dan tidak bisa mempercayai apa yang diklaim istrinya. Wajah gubernur Mesir memerah. Orang yang menjadi saksi kejadian itu berkata, "Dengan sedikit berpikir, bisa memahami hakikat. Bila baju Yusuf robek pada bagian depan, maka Yusuf adalah orang yang berdosa. Tapi bila baju Yusuf robek pada bagian belakang, maka istri Anda yang berbohong."

Gubernur Mesir mengetahui pengkhianatan istrinya. Karena dia mencintai istrinya, gubernur Mesir meminta istrinya agar bertaubat dan meminta Yusuf agar tidak menceritakan kejadian ini kepada orang lain. Namun kecintaan Zulaikha kepada Yusuf sedikit demi sedikit menyebar di kalangan wanita bangsawan Mesir. Semuanya mencaci Zulaikha dan menganggapnya benar-benar sedang berada dalam kesesatan. Karena Zulaikha sudah merasa terhina di depan mata Yusuf, ia menyiapkan sarana untuk memenjarakan Yusuf agar merasakan kesengsaraan. Pada saat itu Yusuf mengangkat tangannya dan berdoa:

"Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh". (Yusuf: 33)

Allah mengabulkan doa Yusuf yang disampaikan dari lubuk hatinya yang paling dalam. Ia bertahun-tahun berada di dalam penjara. Tapi akhirnya terbukti tidak berdosa dan semuanya tahu akan kesucian dan kelayakannya. Dan Yusuf kembali lagi mendapatkan posisi mulia di sisi gubernur Mesir.
Poin penting dan indah dari kisah yang dinukil dari surat Yusuf ini adalah ucapan Yusuf yang menilai bahwa hanya tawakal kepada Allah dan pertolongan-Nya yang menjadikan manusia lepas dari godaan hawa nafsu, seraya berkata:

"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yusuf: 53)http://ajian-pelet.blogspot.com