Persahabatan dalam Islam; Pengantar
Manusia membutuhkan kehidupan bermasyarakat. Karena manusia seorang diri tidak mampu menyelesaikan seluruh masalah dan memenuhi seluruh kebutuhannya. Sangat penting bagi manusia untuk menjalin hubungan persahabatan dengan orang lain. Selain itu, indahnya kehidupan di dunia dibangun dengan kasih sayang kepada sesama. Sesuai dengan riwayat dari Ahlul Bait as, suatu hari Nabi Dawud as ingin mengetahui seberapa jauh anaknya Nabi Sulaiman as telah meraih hikmah dan bertanya tentang masalah ini kepadanya.
Nabi Sulaiman as menjawab, "Kasih sayang merupakan ruh ilahi pada hamba-hamba-Nya."
Agama Islam yang seisinya berupa rahmat sangat memperhatikan masalah kasih sayang dan dalam riwayat-riwayat Ahlul Bait ada ungkapan khusus tentangnya. Sekaitan dengan kondisi Imam Baqir as disebutkan bahwa beliau ketika di Mina dan bertemu dengan seorang sahabatnya yang kakinya sakit dan seakan-akan sulit untuk digerakkan lagi. Beliau menangis menyaksikan keadaan sahabatnya itu dan bertanya kepadanya, "Apa yang terjadi dengan kakimu?" Sahabatnya menjawab, "Saya datang dengan sebuah unta yang masih muda, sehingga membuat perjalananku bermasalah. Akhirnya saya terpaksa melewati jalur ke Mekah ini dengan berjalan kaki."
Imam Baqir as tampak sedih mendengar kisahnya. Tapi sesaat kemudian orang itu melanjutkan kisahnya, "Saya telah melakukan banyak dosa dan beranggapan pasti binasa. Tapi saya ingat betapa sangat mencintai Anda, cinta ini memberikan harapan dapat selamat dari kondisi ini dan harapan inilah yang menyelamatkan saya." Imam as dengan segera menyela ucapannya, "Bukankah agama itu adalah cinta?"
Ungkapan Imam Baqir as itu menunjukkan betapa manusia untuk meraih tujuan spiritual yang tinggi membutuhkan motivasi yang kuat seperti cinta, sehingga tanpa cinta ilahi banyak manusia beragama yang tidak mampu menanggung beban yang berat dalam kehidupannya. Cinta ilahi akan mempermudah segala kesulitan bagi orang beragama. Dari sini, satu dari elemen utama yang mampu membawa manusia kepada kesempurnaan adalah cinta. Bahkan pada dasarnya agama Islam ini dibangun untuk menjalani jalan persahabatan dengan Allah.
Imam Ali as berkata, "Kemudian, sesungguhnya Islam adalah agama Allah yang dipilih-Nya... dan menegakkan pilar-pilarnya di atas kecintaan kepada-Nya.
Meraih cinta ilahi ini ternyata juga membutuhkan penggerak yang kuat. Di sini, cinta kepada wali Allah dan Ahlul Bait Nabi Saw merupakan faktor paling kuat untuk meraih pertemanan dengan Allah dan sampai kepada seluruh kesempurnaan manusia. Cinta kepada mereka menjadi sarana untuk manusia dapat lebih memahami berhubungan dengan Allah. Artinya, mereka adalah manifestasi sifat Jamal dan Jalal Allah. Itulah mengapa Imam Hadi as dalam sebuah penggalan Ziarah Jami'ah mengatakan, "Barangsiapa yang menginginkan Allah, maka Allah akan memulainya dari kalian sendiri. Barangsiapa yang mengesakan-Nya, maka Dia akan menerima tauhidnya. Barangsiapa yang mencari Allah, maka Dia akan memperhatikanmu."
Dengan demikian, beragama tanpa cinta kepada Allah, Nabi, Ahlul Bait Nabi dan wali Allah akan menjadi sangat sulit dan pada hakikatnya seperti orang yang ingin membangun rumah tanpa fondasi dan tiang. Bangunan seperti ini akan segera runtuh dengan sedikit tiupan angin.
Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kasih sayang yang benar dan kami akan membahas cara mendapatkan teman dan tata krama berteman dalam Islam. Harapan kami dengan menjelaskan ajaran Islam tentang persahabatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, kami berharap dapat meningkatkan budaya penyebaran kasih sayang di tengah-tengah masyarakat. http://ajian-pelet.blogspot.com















