Pelet Bulu Perindu 
Bulu Perindu Asli Kalimantan

Di dalam blog ini akan saya jelaskan tentang khasiat dari Bulu Perindu yang melegenda yang khasiat utamanya adalah sebagai media pengasihan atau pemikat lawan jenis, baik Pria ataupun Wanita. Bulu perindu dapat mengatasi Solusi asmara anda yang kandas, pacar diambil orang, cinta bertepuk sebelah tangan, dan semua yang berhubungan dengan asmara. 

Ciri - ciri keaslian
Jika ditetesi / dibasahi air dan diletakkan di atas lantai atau sehelai kertas, maka secara menakjubkan Bulu Perindu tersebut akan menggeliat - geliat laksana seekor cacing. Sepasang Bulu Perindu jika didekatkan / dipertemukan ujung - ujungnya, secara ajaib akan berangsur - angsur saling mendekat dan melilit.

Testing Video Keaslian Bulu Perindu Kami


jika anda ada target khusus, saya sarankan anda mengirimkan data ke whatsaap seperti nama panggilan anda dan pasangan. Foto masing-masing anda dan pasangan anda dengan syarat wajah masing-masing harus jelas agar saya mudah mengerjakannya dan cepat hasilnya, boleh foto sendiri atau berdua dengan pasangan anda.

mahar tingkat satu 350.000 sudah ongkos kirim
khasiatnya antara lain.. pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh, mengembalikan pasangan yang selingkuh, cocok untuk pria dan wanita.

mahar tingkat Dua 550.000 ribu sudah ongkos kirim
Khusus yang tingkat dua perbedaanya dengan tingkat satu adalah khusus bagi yang sudah berumah tangga atau sudah menikah, mengapa demikian karena power atau bulu perindu tingkat 2 mempunyai power 2x lebih besar dari tingkat 1 karena untuk orang yang sudah menikah rata-rata mempunyai aura yang sudah melemah karena faktor energi cakranya yang meredup akibat sudah seringnya berhubungan badan, jadi dibutuhkan kekuatan ekstra untuk
menggunakan bulu perindu ini.
kekuatan bulu perindu tingkat 2 ini difokuskan untuk mengembalikan pasangan yang selingkuh/pergi dengan laki-laki lain atau sudah tidak cinta lagi
khasiatnya antara lain..
pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh, mengembalikan pasangan yang selingkuh, cocok untuk pria dan wanita tanpa ritual, puasa dan tanpa pantangan juga bisa di wariskan ke Anak Cucu.

Penjelasan cara pakai :  Untuk hasil dan manfaat 2 hari pakai sudah terasa hasilnya, Anda cukup simpan dalam dompet sesuai niat, karena sudah saya persiapkan sesuai untuk kebutuhan anda, dan juga panduan cara pakai untuk keluhan anda juga lengkap saya kirim via jne atau pos kilat untuk cara pakai minyak cukup oles ke bagian tubuh anda, dimana aja sesuai niat dan tujuan anda, dan saya  lengkapi juga  dengan cara pakai jarak jauh tanpa harus bertemu target anda. Sangat aman tidak ada pantangan atau efek samping dan perawatan khusus.

mahar Minyak Bulu Perindu 650.000 ribu sudah ongkos kirim

Mahar Bulu peirndu tingkat 3 khusus minyak dan sepasang bulu perindu ini dipadukan dengan kekuatan minyak bulu perindu itu sendiri jadi dengan kata lain kekuatannya akan semakin sempurna untuk anda gunakan, khusus untuk minyak bulu perindu ini energinya lebih difokuskan untuk mengembalikan pasangan anda yang sudah berpaling dari anda dan pergi meninggalkan anda/selingkuh ke orang lain.

jika anda ingin datang ke Padepokan  kami yang berada di Jl bakaran batu no 182 lubuk pakam kota (sumut). untuk pengiriman atau pemaharan luar kota media bisa kami kirim ke alamat anda menggunakan jasa jne, pos, jnt dan tiki lama sampai tergantung lokasi tujuan anda untuk kota² besar biasa pengiriman hanya 2 hari saja sampai.

"Disclaimer : Hasil dan manfaat media bulu perindu dan minyak bulu perindu ini akan di jamin hasilnya jika niat dan tujuan anda menggunakannya dengan baik tanpa ada unsur untuk merugikan pasangan anda"

"Bagi Para Pria dan wanita Yang Ingin Berhasil Dalam Mengatasi masalah asmara, jodoh, perselingkuhan, agar di sayang atasan dan juga pelaris usaha, Bisa Menggunakan Bulu Perindu Ini Sebagai Solusi"

setelah transfer Mahar harap konfirmasi sms ke no 0896-6922-9050  sertakan juga no hp dan alamat lengkap saudara untuk memudah kan pengirimam bulu perindu dan Minyak bulu perindu dan tata cara penggunaanya akan di kirim melalui JASA JNE,TIKI DAN POS.

NB: untuk pemohon agar terlebih dahulu mengirimkan pesan WA atau email bulusukmapemungkas@gmail.com dan jika ingin kontak langsung hub atau sms ke no saya.
 
TESTIMONI DARI WA





 

 

 

S








Bukti pengiriman JNE dan Pos Indonesia

Konsultasi Klik di bawah ini



Whatsapp 0896-6922-9050

MAHAR MINYAK BULU PEERINDU |MAHAR PELET MANTRA  |MAHAR PELET FOTO | | MAHAR PELET SEMAR MESEM | MAHAR PUTER GILING|MAHAR PELET TEMPE|TLP/SMS/WA: 0896-6922-9050 

Note: Jika 2 kali panggilan telepon tidak diangkat harap maklum berarti kami sedang sibuk, Silahkan tinggalkan pesan.

Tafsir Ilmu Al-Quran Surat Al-Hijr Ayat 39-44

Tafsir Al-Quran, Surat Al-Hijr Ayat 39-44

http://ajian-pelet.blogspot.com/Ayat ke 39-40

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (39) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (40)

Artinya:
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. (15: 39)

Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka." (15: 40)

Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa iblis berada dalam barisan malaikat, namun Allah Swt mengusir dan melaknat Iblis karena menentang perintah-Nya untuk bersujud kepada Adam. Ayat ini menjelaskan, setelah Iblis diusir oleh Allah Swt, ia berjanji akan menyesatkan umat manusia. Namun demikian, Iblis tidak akan bisa menyesatkan orang-orang yang disebut Allah dengan sebutan mukhlas, yaitu mereka yang dibersihkan dan dijaga oleh Allah Swt dari perbuatan dosa.

Dalam ayat ini disebutkan bahwa setan menyesatkan pikiran dan perbuatan manusia dengan memoles dan membungkus perbuatan maksiat agar terlihat indah. Karena, ketika manusia melihat perbuatan maksiat sebagai keburukan, secara alamiah ia tidak akan terjerumus ke dalam kemaksiatan. Namun ketika manusia melihat keburukan sebagai kebaikan dan kemungkaran sebagai makruf, maka dengan mudah ia akan melakukan perbuatan maksiat. Dengan kata lain, setan tidak pernah memaksa manusia melakukan maksiat, karena setan hanya memoles dosa dengan kebaikan dan manusia sendirilah yang melakukan dosa tersebut.

Setan menyandarkan kesesatannya kepada Allah dengan mengatakan, "Ya Tuhanku, Engkaulah yang telah menyesatkanku." Hal tersebut merupakan tindakan keliru dan tanpa dasar, karena Allah Swt tidak pernah menyesatkan siapapun. Ketika seseorang memilih jalan yang salah, Tuhan tidak pernah menghalangi dan menutup jalannya. Sebab hal tersebut bertentangan dengan sunatullah yang memberikan ikhtiar dan kebebasan memilih kepada manusia dan jin. Iblis dengan pilihannya sendiri menentang perintah Allah. Demikian pula Allah memperlakukan para pendosa.

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Terkadang orang-orang yang berdosa menjustifikasi perbuatan buruknya dengan menyandarkan perbuatan dosanya kepada Allah.
2. Untuk menyesatkan manusia, setan menggunakan cara memoles perbuatan maksiat dengan kemasan yang indah. Maka waspadalah terhadap berbagai tipu daya setan dan jangan termakan bujuk rayunya.

Ayat ke 41-42

قَالَ هَذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ (41) إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ (42)

Artinya:
Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya). (15: 41)

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (15: 42)

Ketika setan mengatakan dirinya akan menyesatkan semua manusia dan hanya sedikit yang terjaga dari tipuannya, Allah Swt memberikan ketenteraman kepada orang-orang mukmin. Di ayat ini Allah Swt berfirman bahwa kaum mukminin tidak perlu khawatir atas godaan Iblis. Setan tidak memiliki jalan untuk mempengaruhi orang-orang mukmin dan hanya orang-orang yang mencari kesesatan sajalah yang berada dalam pengaruh setan. Allah Swt sendiri menjaga dan melindungi orang-orang mukmin sehingga mereka berada di jalan yang lurus.

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Para pendosa dengan pilihannya sendiri telah mengikuti setan dan setan tidak pernah memaksa mereka melakukan dosa.
2. Jika manusia bertakwa kepada Allah Swt maka ia akan terjaga dari godaan setan dan selamat dari kesesatan.

Ayat ke 43-44

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ (43) لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ (44)

Artinya:
Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. (15: 43)

Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. (15: 44)

Salah satu ciri khas al-Quran adalah mengingatkan manusia agar tidak terjerumus dosa. Adalah satu kewajiban para nabi dan tanda kebaikan serta kasih sayang mereka adalah memberikan peringatan kepada umat manusia. Para pendosa tidak memasuki neraka dari pintu yang sama, sebab neraka memiliki tujuh pintu. Masing-masing orang yang dijebloskan ke dalam neraka akan melewati pintu yang sesuai dengan perbuatannya. Di ayat ini Allah Swt memperingatkan bahwa perilaku mengikuti setan akan membuahkan siksa neraka. Setan menyesatkan anak muda dengan cara tertentu dan orang tua disesatkan dengan cara lain. Laki-laki dan perempuan disesatkan dengan cara yang berbeda. Setan menyesatkan kalangan awam dengan cara yang berbeda dengan cara menyesatkan kalangan cendikia.

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Neraka, seperti surga memiliki tingkatan-tingkatan. Setiap orang ditempatkan berdasarkan dosanya masing-masing.
2. Dunia bukanlah akhir kehidupan. Dalam setiap pilihan, kita harus mengedepankan masalah akhirat daripada dunia.http://ajian-pelet.blogspot.com

Peringatan Dari Al-Quran Untuk Melupakan Musuh

Peringatan dalam Al-Quran: Melupakan Musuh

http://ajian-pelet.blogspot.com/Melupakan Musuh

Allah Swt berfirman, "... Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus..." (QS. an-Nisa: 102)

Satu masalah penting yang senantiasa mengancam sebuah sistem atau pemerintahan adalah bahaya yang sengaja diciptakan oleh musuh-musuhnya. Masalah ini juga terjadi pada pemerintahan Islam sepanjang sejarah. Nabi Muhammad Saw selama memerintah 10 tahun di Madinah, lebih dari 70 perang besar maupun kecil yang dipaksakan oleh penentang Islam dan Musyrikin terhadap pemerintahan Islam. Begitu juga ketika Imam Ali as berusaha menciptakan sebuah pemerintahan adil berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Beliau menghadapi banyak penentangan, bahkan tiga perang besar dipaksakan kepadanya. Sekalipun demikian, apa yang nampak dari sejarah kehidupan beliau adalah tidak pernah lalai dari musuh dan konspirasi yang mereka lakukan. Imam Ali as mampu mendapatkan informasi tentang pergerakan musuh dari pelbagai sumber dan tidak membiarkan pemerintahan Islam terancam bahaya

Allah Swt dalam al-Quran telah mengingatkan umat Islam untuk senantiasa waspada terhadap musuh dan memperingatkan mereka untuk tidak lalai akan musuhnya. Dalam ayat-ayat surat al-Anfal yang menyebutkan tentang perang, jihad dan bagaimana melaksanakan salat di medan perang, di ayat yang lain tidak lupa juga memperingatkan umat Islam untuk tidak lupa dengan mempersenjatai diri dan tidak lupa akan serangan tiba-tiba dari pihak musuh.

Allah berfirman, "... Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus...

Sesuai dengan ayat ini dan peringatan yang bersifat universal dan tidak terbatas hanya di medan perang dapat dipahami bahwa umat Islam dalam segala kondisi harus mengetahui akan pergerakan musuh dan mempersenjatai dirinya dengan baik. Jangan sampai mereka lalai akan musuhnya yang berujung kejatuhan dalam bahaya besar.

Allah Swt dalam ayat lain dengan ungkapan yang berbeda secara tidak langsung memperingatkan umat Islam untuk tidak boleh menghadapi musuh tanpa pasukan dan persenjataan, apalagi lalai terhadap musuh. Mereka harus mempersiapkan dirinya dari sisi sumber daya manusia dan kemampuan militer, sehingga musuh takut menyerang.

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu..." (QS. al-Anfal: 60) http://ajian-pelet.blogspot.com

Cara Mencari Sahabat Sesuai Syariat Islam

Persahabatan dan Mencari Sahabat dalam Islam

http://ajian-pelet.blogspot.com/Kasih sayang yang ada dalam diri masyarakat memiliki pengaruh luar biasa dalam kehidupan mereka dan menjadi obat bagi pelbagai masalah kejiwaan manusia. Berpikiran positif terkait orang lain dan mengasihi mereka membuat pekerjaan sehari-hari lebih ringan dan interaksi lebih mudah serta solusi bagi banyak problem sosial.

Agama Islam sangat memandang penting soal menyebarkan kasih sayang dengan masyarakat dan itu dilakukan dengan pentakbiran yang beragam dan indah saat menjelaskan posisi penting sifat mulia ini. Rasulullah Saw bersabda, "Puncak akal setelah iman kepada Allah Swt adalah mengasihi manusia.

Dalam riwayat lain dari Maksumin as disebutkan bahwa mengasihi masyarakat terkadang disampaikan dengan ungkapan akal atau setengah dari akal. Secara umum, dengan melihat perilaku para Nabi dan Maksumin as rahasia bagaimana mereka dicintai dan begitu diterimanya mereka oleh masyarakat kembali pada unsur pengasih yang ada dalam dirinya terhadap masyarakat. Sementara menurut pandangan al-Quran, orang-orang mukmin dan pelbagai kalangan masyarakat Islam merupakan saudara satu sama lainnya. Itulah mengapa perilaku mereka terhadap yang lain harus berdasarkan prinsip persaudaraan dan seperti dua saudara.

"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (QS. al-Hujurat: 10)

Abd al-Mu'min al-Anshari menukil, "Saya pergi menemui Imam Musa bin Ja'far as dan Muhammad bin Abdullah Ja'fari berada bersama beliau. Saya tersenyum kepadanya. Imam Kazhim as berkata, ‘Apakah engkau mengasihinya?' Saya menjawab, ‘Iya. Saya mengasihinya karena Anda.' Imam Kazhim as berkata, ‘Ia adalah saudaramu. Seorang mukmin merupakan saudara kandung mukmin yang lain. 

Dengan demikian, penting untuk menjelaskan ajaran Islam agar dapat mengubah pandangan kita dan masyarakat Islam tentang saudara seagama. Cara pandang ini harus disosialisasikan di tengah-tengah masyarakat, sehingga menjadi sarana bagi persatuan masyarakat Islam dan kekompakan mereka.

Mencari sahabat merupakan unsur lain yang telah dipesankan dalam agama Islam dan banyak riwayat yang membicarakan masalah ini. Mengamalkan perintah Islam ini akan menciptakan hubungan yang lebih erat antara umat Islam dan mempersatukan masyarakat Islam. Penerapan ajaran Islam di bidang ini akan merealisasikan ayat al-Quran yang berbunyi "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai" di setiap masyarakat Islam.

Islam saat mencela orang-orang yang memilih untuk menyendiri menyebut mereka orang yang paling lemah dan menyayangkan kepribadian mereka yang lemah. Imam Ali as berkata, "Orang yang paling lemah adalah yang tidak mampu mencari sahabat, sementara yang lebih lemah darinya adalah orang yang kehilangan sahabatnya.

Hanya dalam satu kondisi Islam memilih untuk menyendiri dan tidak berinteraksi dengan masyarakat ketika sahabatnya adalah orang-orang yang sangat rusak, sehingga bila bergaul dengannya, maka ia sendiri akan terjauhkan dari Allah atau melakukan maksiat. Kondisi yang seperti ini membuat seseorang harus memilih untuk sendiri. Sikap Ashab Kahfi termasuk kasus yang semacam ini dan banyak riwayat yang memuji sikap orang yang memilih untuk sendiri ketika kondisi masyarakat sedemikian rusak. http://ajian-pelet.blogspot.com

Tafsir Al - Qur'an Surat Quraisy Ayat 1

Tafsir Rahnama: Surat Quraisy Ayat 1

http://ajian-pelet.blogspot.com/Ayat 1

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (1)

Li'īlāfi Qurayshin

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.

Ayat pertama dari surat Quraisy ini diturunkan di Madinah, sehingga tergolong ayat-ayat Madani.

1. Allah Swt dengan menghancurkan Ashab Fil (Pasukan Gajah) telah menjadikan kabilah Quraisy kuat demi melanjutkan kehidupannya sesuai dengan tradisi sebelumnya.

Li'īlāfi Qurayshin

Surat ini memiliki hubungan erat dengan surat al-Fil, sehingga sebagian ahli tafsir menganggap dua surat ini sebagai satu surat, bahkan sebagian tidak membolehkan pembacaan kedua surat ini dengan terpisah, tapi harus dibaca bersama. Dengan demikian, ayat Li Ilaaf merupakan sebab bagi ayat Faja'alahum Ka'ashfin Ma'kul... (lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). Yakni, Allah menghancurkan pasukan Abrahah agar Quraisy dapat melanjutkan tradisinya.

2. Kabilah Quraisy telah terbiasa memiliki program yang teratur dalam kehidupannya.

Li'īlāfi Qurayshin

Kata Ilaf memiliki banyak arti seperti terbiasa dan membiasakan (Qamus), tersedia dan menyediakan (Taj al-‘Arus), perjanjian dan memberikan keamanan (Nihayah Ibnu Katsir). Pemahaman yang ada diambil dari makna pertama. Sesuatu yang telah terbiasa dilakukan oleh kabilah Quraisy adalah bepergian di musim panas dan dingin. Kebiasaan ini sesuai dengan arti pertama. Bila dimaknai dengan arti pertama, maka Allah menjadi subyek dari kata kerja Ilaf, dimana tidak disebutkan dalam kalimat ini, sementara Quraisy dan Rihlah atau perjalanan menjadi obyek pertama dan kedua.

3. Cara hidup Quraisy dan bagaimana mereka memenuhi kebutuhan sehari-harinya akan hancur bila pasukan Abrahah memenangkan perang.

Li'īlāfi Qurayshin

4. Kabilah Quraisy telah menguasai Mekah sebelum datangnya Islam.

Li'īlāfi Qurayshin

Kabilah Quraisy membela kota Mekah dari serangan musuh. Dengan demikian ini merupakan satu kelebihan kabilah Quraisy. Karena bila tidak ada mereka, maka sudah barang tentu Mekah dikuasai musuh.

5. Pada dasarnya, ketika Allah Swt menggagalkan serangan Ashab Fil, kabilah Quraisy selamat dari kehancuran.

Li'īlāfi Qurayshin

6. Allah Swt memberikan perhatian khusus kepada kabilah Quraisy.

Li'īlāfi Qurayshin

7. Kehancurkan Ashab Fil menjadi sebab semakin kuatnya hubungan Quraisy dengan kota Mekah, sehingga mereka memilih tinggal di sana.

Li'īlāfi Qurayshin

Ayat selanjutnya atau tafsir ayat ini merupakan pengulangan ayat sebelumnya atau penyebutan khusus setelah umum yang berarti ini merupakan kebiasaan lain selain kebiasaan sebelumnya melakukan perjalanan di musim panas dan dingin. Sementara hubungan ayat ini dengan surat sebelumnya al-Fil menjelaskan bahwa berlanjutnya hubungan Quraisy dan Mekah merupakan sesuatu yang penting bagi keumuman makna Ilaf Quraisyin.

8. Ka'bah merupakan alat pemersatu, penjamin keamanan dan pemasukan bagi Quraisy.

Li'īlāfi Qurayshin

Bila kata Ilaf dalam ayat ini bersifat umum dan pada ayat selanjutnya bersifat khusus, maka dapat dikatakan bahwa dalam ayat ini juga memberikan perhatian pada solidaritas yang dilakukan oleh anggota kabilah Quraisy.

9. Sikap Quraisy memilih tetap hidup dengan kebiasaan lamanya pada hakikatnya nikmat ilahi dan patut disyukuri.

Li'īlāfi Qurayshin

Bila dianggap bahwa surat Quraisy sebagai surat yang berdiri sendiri dan tidak tergabung dengan surat al-Fil, maka huruf Lam pada kata Li Ilaf terkait dengan kata Falya'budu yang berada pada ayat ketiga dari surat ini. Dalam kondisi yang demikian, maka kandungan ayat ini menjadi, "Dikarenakan Allah telah memberikan nikmat Ilaf kepada Quraisy, maka sudah seharusnya mereka menghambakan dirinya kepada Allah. Karena ibadah atas nikmat yang diberikan merupakan bentuk syukur dan terima kasih. http://ajian-pelet.blogspot.com

Tafsir Quran Surat Al-Hijr Ayat 45-53

Tafsir Al-Quran, Surat Al-Hijr Ayat 45-53

http://ajian-pelet.blogspot.com/Ayat ke 45-48

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (45) ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آَمِنِينَ (46) وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ (47) لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ (48)

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (15: 45)

(Dikatakan kepada mereka): "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman" (15: 46)

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (15: 47)

Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. (15: 48)

Dalam pembahasan sebelumnya telah dijelaskan mengenai tempat orang-orang pendosa di neraka. Ayat-ayat 45 hingga 48 ini menjelaskan tempat orang-orang suci di surga. Allah Swt berfirman, orang-orang selalu bertakwa dan berusaha menjauhkan dirinya dari dosa di dunia ini, Allah Swt akan menganugerahkan nikmat yang banyak di surga sebagai pahala dan keselamatan, keamanan dan ketenangan jiwa di dunia.

Poin penting yang patut dicermati dari ayat-ayat ini terkait dengan dikeluarkannya rasa dendam dan buruk sangka kepada orang lain dari hati orang mukmin. Bila hal-hal buruk ini masih bersemayam dalam hati mereka, kesempatan untuk memasuki surga tidak akan terpenuhi. Surga bukan tempat perselisihan dan buruk sangka. Di sana tempat segala ketenangan dan keamanan. Berbeda dengan dunia yang terkadang ada kesejahteraan duniawi, namun kehilangan ketenangan jiwa atau sebaliknya. Sementara para Hari Kiamat, semua nikmat yang ada berkumpul untuk orang-orang yang dimasukkan ke dalam surga. Mereka mendapat kesejahteraan di tempat tinggalnya di surga. Keselamatan dan keamanan senantiasa bersama mereka dengan hubungan yang tulis antara sesama penghuni surga.

Dari empat ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa di dunia yang terbatas ini akan membawa keselamatan abadi. Oleh karenanya jangan menjual akhirat dengan dunia.
2. Kenikmatan surga bersifat universal. Para penghuni surga dianugerahi berbagai nikmat baik materi atau non materi, individual atau sosial dan keamanan. Namun yang paling penting dari semua itu adalah mendapat kerelaan dan salam dari Allah.
3. Di antara anggota masyarakat dan keluarga yang masih dipenuhi kedengkian dan permusuhan tidak akan masuk surga. Karena para penghuni surga tidak saling mendengki satu sama lainnya.

Ayat ke 49-50

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (49) وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ (50)

Artinya:
Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (15: 49)

Dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih. (15: 50)

Setelah menjelaskan pahala orang-orang bertakwa, ayat-ayat ini berbicara kepada orang-orang pendosa bahwa bila bertaubat dan meninggalkan masa lalu kalian, ketahuilah, Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang akan mengampuni dosa-dosa kalian. Namun bila tetap bersikeras berbuat dosa dan mengulanginya, ketahuilah kalian akan menghadapi balasan ilahi yang sangat pedih. Tidak ada satu orang pun yang bakal lolos dari siksanya.

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Nabi diutus oleh Allah untuk menyampaikan cinta dan rahmat Allah kepada umat manusia. Nabi memberikan harapan akan ampunan Allah.
2. Rahmat Ilahi mendahului kemarahan-Nya, namun hal itu tidak boleh membuat kita sombong. Karena kesombongan akan menyeret kita ke neraka.

Ayat ke 51-53

وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ (51) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ (52) قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (53)

Artinya:
Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim. (15: 51)

Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: "Salaam". Berkata Ibrahim: "Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu". (15: 52)

Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim". (15: 53)

Ayat-ayat ini menceritakan kisah Nabi Ibrahim as saat menerima para malaikat yang diturunkan dalam bentuk manusia. Karena turun dalam bentuk demikian, Nabi Ibrahim as tidak mengenal mereka sehingga menjadi takut. Setelah memperkenalkan diri sebagai utusan Allah yang membawa kabar gembira kepada Nabi Ibrahim as bahwa beliau akan dianugerahi seorang anak yang di masa depan menjadi orang pandai dan akan menghidupkan nama Ibrahim sepanjang sejarah.

Menarik sekali karena Allah Swt memberikan kabar gembira kepada Nabi Ibrahim as akan kelahiran kedua anaknya. Pertama kelahiran anaknya, Ismail dari isterinya yang bernama Hajar dan kini mengenai kelahiran anaknya, Ishaq dari isterinya Sarah. Sekaitan dengan Ismail, Allah menyebutnya Ghulam Halim dan Ishaq dengan sebutan Ghulam Alim.

Kabar gembira ini disampaikan kepada Nabi Ibrahim as yang telah berusia lanjut. Usia yang tidak memungkinkan seseorang mendapatkan keturunan secara alamiah. Namun Allah memberikan perhatian istimewa kepada hamba-hamba-Nya yang saleh. Allah mengabulkan doa mereka dan memberikan keturunan kepadanya.

Dari tiga ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Kadang malaikat muncul dalam rupa manusia dengan izin Allah. Terkadang juga mereka tak dapat dikenal seperti yang terjadi pada diri Nabi Ibrahim as saat para malaikat dalam rupa manusia menemuinya, Nabi Ibrahim as tidak mengenal mereka.
2. Mengucapkan salam kepada orang lain merupakan etika langit. Itulah mengapa ketika bertemu dengan orang lain, para malaikat mengucapkan salam.
3. Sejarah kehidupan para nabi merupakan contoh akan perhatian Allah kepada manusia-manusia suci dan bertakwa. http://ajian-pelet.blogspot.com

Tafsir Alqur'an

http://ajian-pelet.blogspot.com/Ayat ke 54-56

قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَى أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ (54) قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ (55) قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ (56)

Artinya:
Berkata Ibrahim: "Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?" (15: 54)

Mereka menjawab: "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa". (15: 55)

Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat". (15: 55)

Dari tiga ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Kita jangan menganggap tangan atau kekuasaan Allah terbelenggu, karena tidak ada urusan apa pun yang tidak mungkin bagi-Nya. Wajar bila manusia terheran-heran dengan peristiwa-peristiwa luar biasa, sekalipun itu hanya sebuah pesan. Masalah ini tidak bertentangan dengan tauhid dan keesaan Allah.
2. Para nabi sejatinya tengah dididik oleh Allah dengan peringatannya kepada mereka seperti "Jangan engkau berputus asa!" Hal ini juga tidak bertentangan dengan keterjagaan mereka dari perbuatan dosa(ishmah).

Ayat ke 57-58

قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ (57) قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمٍ مُجْرِمِينَ (58)

Artinya:
Berkata (pula) Ibrahim: "Apakah urusanmu yang penting (selain itu), hai para utusan?" (15: 57)

Mereka menjawab: "Kami sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa. (15: 58)

Dalam lanjutan pembicaraan Nabi Ibrahim as dengan para malaikat semakin jelas bahwa tujuan asli kedatangan mereka tidak untuk memberi kabar gembira kepada beliau, tapi mereka diperintahkan untuk menghancurkan kaum Luth as. Perlu diketahui bahwa Nabi Luth as yang diutus untuk menunjuki kaumnya termasuk para nabi yang berada di bawah pengawasan Nabi Ibrahim as. Oleh karenanya, para malaikat pertama mendatangi Nabi Ibrahim as memberitahukan masalah ini agar beliau tahu proses sunnah Ilahi sekaligus menjaga urutan dan silsilah para nabi.

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Para malaikat adalah pelayan sistem keberadaan dan petugas pelaksana perintah Ilahi. Mereka mendoakan dan meminta ampun dosa-dosa orang mukmin dan untuk orang-orang jahat mereka meminta agar Allah menyegerakan azab.
2. Bila perbuatan dosa telah menyeluruh di kalangan masyarakat, kepastian turunnya azab ilahi telah di depan mata dan mereka akan diazab di dunia.

Ayat ke 59-60

إِلَّا آَلَ لُوطٍ إِنَّا لَمُنَجُّوهُمْ أَجْمَعِينَ (59) إِلَّا امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَا إِنَّهَا لَمِنَ الْغَابِرِينَ (60)

Artinya:
Kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya. (15: 59)

Kecuali istrinya. Kami telah menentukan, bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya)". (15: 60)

Lumrah bila Allah menghancurkan sebuah kota yang penduduknya tidak mampu memilah antara kebaikan dan keburukan. Itulah mengapa para malaikat kepada Nabi Ibrahim as berkata, "Keluarga Nabi Luth as yang tidak melakukan perbuatan dosa tidak akan terkena azab ilahi dan sebelum azab itu turun, kami akan menginformasikannya kepada mereka agar segera meninggalkan kota. Tentu saja isteri Nabi Luth as yang memusuhinya dari dalam melaporkan informasi yang ada kepada kaum Luth dan ia ikut terkena azab Ilahi. Isteri Nabi Luth as terkena azab Ilahi karena tidak diberitahukan waktu persisnya kapan harus keluar dari kota.

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Pengikut hakiki para nabi tidak bakal terkena azab duniawi dan Allah akan menyelamatkan mereka.
2. Dalam ideologi para nabi, displin atau ketaatan merupakan prinsip penting dan bukan hubungan keluarga. Oleh karenanya kita saksikan dalam surat ini bagaimana isteri Nabi Luth as ikut terkena azab ilahi.

Ayat ke 61-64

فَلَمَّا جَاءَ آَلَ لُوطٍ الْمُرْسَلُونَ (61) قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (62) قَالُوا بَلْ جِئْنَاكَ بِمَا كَانُوا فِيهِ يَمْتَرُونَ (63) وَأَتَيْنَاكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (64)

Artinya:
Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth, beserta pengikut pengikutnya. (15: 61)

Ia berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal". (15: 62)

Para utusan menjawab: "Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. (15: 63)

Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar. (15: 64)

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa para malaikat sesungguhnya ditugaskan untuk menghancurkan kaum Luth dan kehadiran mereka di sisi Nabi Ibrahim as sebagai bentuk penghormatan kepada seorang nabi besar. Sekalipun sebelum memberitahukan berita mengenai kehancuran kaum Luth, mereka terlebih dahulu memberikan kabar gembira bakal diberi anak. Setelah meninggalkan Babi Ibrahim as, Nabi Luth as pada awalnya tidak mengenal mereka karena muncul dalam bentuk pemuda tampan. Itulah mengapa beliau khawatir kaumnya akan berbuat yang tidak-tidak terhadap mereka. Namun setelah memperkenalkan dirinya sebagai malaikat, mereka mengatakan, kami diperintahkan untuk menurunkan azab Ilahi yang kaummu ingkari.

Dari empat ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Jangan sampai kita mengolok-olok peringatan ilahi atau sampai meragukannya, karena mungkin kita yang akan ditimpa azab tersebut.
2. Siksaan ilahi senantiasa berlandaskan kebenaran dan keadilan. http://ajian-pelet.blogspot.com

Tafsir Quran: Surat Quraisy Ayat 2

http://ajian-pelet.blogspot.com/Ayat 2

إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (2)

‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi

(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.

Ayat kedua dari surat Quraisy ini diturunkan di Madinah, sehingga tergolong ayat-ayat Madani.

1. Sesuai dengan tradisi lamanya, kabilah Quraisy di musim panas bepergian ke daerah yang lebih sejuk, sementara di musim dingin mencari daerah yang lebih hangat.

‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi

Kata Rihlah yang berarti orang atau yang dikendarai melewati jalan merupakan obyek dari kata Ilaf dan kata ganti orang ketiga pada Ilafihim sebagai subyeknya. Maksud dari ayat ini adalah Quraisy punya tradisi bepergian di dua musim ini. Pada musim dingin mereka bepergian ke Yaman dan di musim panas ke Syam dalam rangka berdagang.

2. Quraisy membutuhkan keamanan dalam perjalanan ke tempat yang lebih sejuk dan hangat.

Li'īlāfi Qurayshin. ‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi

3. Amannya perjalanan di musim dingin dan panas bagi Quraisy merupakan nikmat ilahi dan patut disyukuri oleh mereka.

‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi

Pemahaman ini didapat dengan memisahkan surat Quraisy dari surat al-Fil. Dengan demikian, ayat ini sama seperti ayat sebelumnya terkait dengan kata kerja Falya'budu yang berada di ayat selanjutnya. Yakni, bila tradisi bepergian ini terus berlanjut, maka Quraisy harus menyembah Allah. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kelaziman penghambaan atas pemberian nikmat adalah mensyukurinya.

4. Serangan Ashab al-Fil ke Mekah mengancam karavan dagang Quraisy yang biasa bepergian di musim dingin dan panas.

‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi

5. Allah Swt menghancurkan pasukan Abrahah dan itu menjamin keamanan perjalanan Quraisy di dua musim tersebut.

‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi

6. Menghormati Ka'bah dan penduduknya bagi warga yang berada di jalur perjalanan karavan Quraisy dikarenakan adanya bantuan Allah terhadap Ka'bah di tahun Gajah.

‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi

Jaminan keamanan bagi karavan dagang Quraisy dengan cara menghancurkan pasukan Abrahah dapat menjadi alasan bahwa kabilah-kabilah yang berada di jalur perjalanan dagang Quraisy begitu menghormati Ka'bah dan Quraisy, pasca peristiwa serangan pasukan Abrahah.
http://ajian-pelet.blogspot.com