إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (2)
‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
Ayat kedua dari surat Quraisy ini diturunkan di Madinah, sehingga tergolong ayat-ayat Madani.
1. Sesuai dengan tradisi lamanya, kabilah Quraisy di musim panas bepergian ke daerah yang lebih sejuk, sementara di musim dingin mencari daerah yang lebih hangat.
‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi
Kata Rihlah yang berarti orang atau yang dikendarai melewati jalan merupakan obyek dari kata Ilaf dan kata ganti orang ketiga pada Ilafihim sebagai subyeknya. Maksud dari ayat ini adalah Quraisy punya tradisi bepergian di dua musim ini. Pada musim dingin mereka bepergian ke Yaman dan di musim panas ke Syam dalam rangka berdagang.
2. Quraisy membutuhkan keamanan dalam perjalanan ke tempat yang lebih sejuk dan hangat.
Li'īlāfi Qurayshin. ‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi
3. Amannya perjalanan di musim dingin dan panas bagi Quraisy merupakan nikmat ilahi dan patut disyukuri oleh mereka.
‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi
Pemahaman ini didapat dengan memisahkan surat Quraisy dari surat al-Fil. Dengan demikian, ayat ini sama seperti ayat sebelumnya terkait dengan kata kerja Falya'budu yang berada di ayat selanjutnya. Yakni, bila tradisi bepergian ini terus berlanjut, maka Quraisy harus menyembah Allah. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kelaziman penghambaan atas pemberian nikmat adalah mensyukurinya.
4. Serangan Ashab al-Fil ke Mekah mengancam karavan dagang Quraisy yang biasa bepergian di musim dingin dan panas.
‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi
5. Allah Swt menghancurkan pasukan Abrahah dan itu menjamin keamanan perjalanan Quraisy di dua musim tersebut.
‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi
6. Menghormati Ka'bah dan penduduknya bagi warga yang berada di jalur perjalanan karavan Quraisy dikarenakan adanya bantuan Allah terhadap Ka'bah di tahun Gajah.
‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi
Jaminan keamanan bagi karavan dagang Quraisy dengan cara menghancurkan pasukan Abrahah dapat menjadi alasan bahwa kabilah-kabilah yang berada di jalur perjalanan dagang Quraisy begitu menghormati Ka'bah dan Quraisy, pasca peristiwa serangan pasukan Abrahah.
http://ajian-pelet.blogspot.com















