Tafsir Rahnama: Surat Quraisy Ayat 1
لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (1)
Li'īlāfi Qurayshin
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.
Ayat pertama dari surat Quraisy ini diturunkan di Madinah, sehingga tergolong ayat-ayat Madani.
1. Allah Swt dengan menghancurkan Ashab Fil (Pasukan Gajah) telah menjadikan kabilah Quraisy kuat demi melanjutkan kehidupannya sesuai dengan tradisi sebelumnya.
Li'īlāfi Qurayshin
Surat ini memiliki hubungan erat dengan surat al-Fil, sehingga sebagian ahli tafsir menganggap dua surat ini sebagai satu surat, bahkan sebagian tidak membolehkan pembacaan kedua surat ini dengan terpisah, tapi harus dibaca bersama. Dengan demikian, ayat Li Ilaaf merupakan sebab bagi ayat Faja'alahum Ka'ashfin Ma'kul... (lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). Yakni, Allah menghancurkan pasukan Abrahah agar Quraisy dapat melanjutkan tradisinya.
2. Kabilah Quraisy telah terbiasa memiliki program yang teratur dalam kehidupannya.
Li'īlāfi Qurayshin
Kata Ilaf memiliki banyak arti seperti terbiasa dan membiasakan (Qamus), tersedia dan menyediakan (Taj al-‘Arus), perjanjian dan memberikan keamanan (Nihayah Ibnu Katsir). Pemahaman yang ada diambil dari makna pertama. Sesuatu yang telah terbiasa dilakukan oleh kabilah Quraisy adalah bepergian di musim panas dan dingin. Kebiasaan ini sesuai dengan arti pertama. Bila dimaknai dengan arti pertama, maka Allah menjadi subyek dari kata kerja Ilaf, dimana tidak disebutkan dalam kalimat ini, sementara Quraisy dan Rihlah atau perjalanan menjadi obyek pertama dan kedua.
3. Cara hidup Quraisy dan bagaimana mereka memenuhi kebutuhan sehari-harinya akan hancur bila pasukan Abrahah memenangkan perang.
Li'īlāfi Qurayshin
4. Kabilah Quraisy telah menguasai Mekah sebelum datangnya Islam.
Li'īlāfi Qurayshin
Kabilah Quraisy membela kota Mekah dari serangan musuh. Dengan demikian ini merupakan satu kelebihan kabilah Quraisy. Karena bila tidak ada mereka, maka sudah barang tentu Mekah dikuasai musuh.
5. Pada dasarnya, ketika Allah Swt menggagalkan serangan Ashab Fil, kabilah Quraisy selamat dari kehancuran.
Li'īlāfi Qurayshin
6. Allah Swt memberikan perhatian khusus kepada kabilah Quraisy.
Li'īlāfi Qurayshin
7. Kehancurkan Ashab Fil menjadi sebab semakin kuatnya hubungan Quraisy dengan kota Mekah, sehingga mereka memilih tinggal di sana.
Li'īlāfi Qurayshin
Ayat selanjutnya atau tafsir ayat ini merupakan pengulangan ayat sebelumnya atau penyebutan khusus setelah umum yang berarti ini merupakan kebiasaan lain selain kebiasaan sebelumnya melakukan perjalanan di musim panas dan dingin. Sementara hubungan ayat ini dengan surat sebelumnya al-Fil menjelaskan bahwa berlanjutnya hubungan Quraisy dan Mekah merupakan sesuatu yang penting bagi keumuman makna Ilaf Quraisyin.
8. Ka'bah merupakan alat pemersatu, penjamin keamanan dan pemasukan bagi Quraisy.
Li'īlāfi Qurayshin
Bila kata Ilaf dalam ayat ini bersifat umum dan pada ayat selanjutnya bersifat khusus, maka dapat dikatakan bahwa dalam ayat ini juga memberikan perhatian pada solidaritas yang dilakukan oleh anggota kabilah Quraisy.
9. Sikap Quraisy memilih tetap hidup dengan kebiasaan lamanya pada hakikatnya nikmat ilahi dan patut disyukuri.
Li'īlāfi Qurayshin
Bila dianggap bahwa surat Quraisy sebagai surat yang berdiri sendiri dan tidak tergabung dengan surat al-Fil, maka huruf Lam pada kata Li Ilaf terkait dengan kata Falya'budu yang berada pada ayat ketiga dari surat ini. Dalam kondisi yang demikian, maka kandungan ayat ini menjadi, "Dikarenakan Allah telah memberikan nikmat Ilaf kepada Quraisy, maka sudah seharusnya mereka menghambakan dirinya kepada Allah. Karena ibadah atas nikmat yang diberikan merupakan bentuk syukur dan terima kasih. http://ajian-pelet.blogspot.com















