الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآَمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (4)
Al-Ladhī 'Aţ`amahum Min Jū`in Wa 'Āmanahum Min Khawfin
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
Ayat keempat dari surat Quraisy ini diturunkan di Madinah, sehingga tergolong ayat-ayat Madani.
1. Allah Swt menolong Quraisy dari kelaparan dan menjamin bahan makanan mereka.
Al-Ladhī 'Aţ`amahum Min Jū`in Wa 'Āmanahum Min Khawfin
Huruf Min bermakna sebab atau pengganti. Yakni, disebabkan kelaparan atau sebagai pengganti. Kedua pemahaman ini menunjukkan ada tanda-tanda bakal terjadi kelaparan di Quraiy, sehingga bila Allah tidak memberi makan mereka, maka tidak ada jalan lain bagi mereka.
2. Ketika Allah menjamin makanan Quraisy, maka mereka berkewajiban untuk menyembah-Nya.
Falya`budū ... Al-Ladhī 'Aţ`amahum Min Jū`in
3. Jaminan keamanan Ka'bah dan bepergian mereka kala musim panas dan dingin menjadi sebab Quraisy mendapat bahan pangan.
‘Īlāfihim Riĥlata Ash-Shitā'i Wa Aş-Şayfi. Falya`budū ... Al-Ladhī 'Aţ`amahum Min Jū`in
4. Kekalahan Ashab Fil menjadi penyebab Quraisy selamat dari kemiskinan dan kelaparan hebat.
'Alam Tará Kayfa Fa`ala Rabbuka Bi'aşĥābi Al-Fīl. Li'īlāfi Qurayshin. Al-Ladhī 'Aţ`amahum Min Jū`in.
Kata Ju'in dipergunakan dalam bentuk Nakirah atau umum menunjukkan arti sangat.
5. Makan hendaknya dengan tujuan menghilangkan rasa lapar dan mendapat tenaga untuk beribadah.
Falya`budū ... Al-Ladhī 'Aţ`amahum Min Jū`in
Min Ju'in yang berarti dari kelaparan menekankan tujuan dari makan adalah untuk menghilangkan lapar, bukannya makan itu sendiri sesuatu yang diinginkan. Sementara Falya'budu menunjukkan makanan yang diberikan Allah Swt untuk beribadah.
6. Allah memberikan bahan makanan juga kepada mereka yang tidak keesaan Allah.
Falya`budū ... Al-Ladhī 'Aţ`amahum Min Jū`in
Perintah agar Quraisy menyembah Allah dalam Falya'budu menunjukkan mereka tidak menyembah-Nya.
7. Menjamin bahan pangan masyarakat sebelum memerintahkan mereka untuk menyembah Allah merupakan perbuatan ilahi dan mampu menghilangkan alasan bagi mereka yang tidak ingin beribadah.
Al-Ladhī 'Aţ`amahum Min Jū`in
8. Allah Swt menjamin keamanan Quraisy baik saat di Mekah atau sedang dalam perjalanan dan menghilangkan rasa takut mereka.
Wa 'Āmanahum Min Khawfin
Sesuai dengan konteks ayat-ayat sebelumnya, yang dimaksud dengan keamanan ini adalah di tahapan bepergian, hilangnya bahaya Ashab Fil dan yang semacamnya di kota Mekah.
9. Jaminan keamanan kepada Quraisy dan hilangnya rasa takut membuat mereka wajib untuk beribadah kepada-Nya.
Falya`budū ... Al-Ladhī 'Aţ`amahum Min Jū`in ... Wa 'Āmanahum Min Khawfin
10. Rasa aman bagi Quraisy berutang pada keberadaan Ka'bah.
Rabba Hādhā Al-Bayti... Wa 'Āmanahum Min Khawfin
Ungkapan Rabba Hadza al-Bait sebagai pengganti kata Allah selain menyifati Allah sebagai pencipta keamanan, juga menunjukkan peran Ka'bah dalam menjamin keamanan Quraisy, sehingga para kabilah Arab menyebut mereka sebagai penduduk yang dihormati dan tidak berani menyerang mereka. Hubungan surat ini dengan surat al-Fil menjelaskan peran kehancuran Ashab Fil dalam mewujudkan keamanan bagi Ka'bah dan selanjutnya bagi Quraisy.
11. Kekalahan Ashab Fil menjadi sebab tidak ada yang berani Mekah dan membuat Quraisy tidak takut kepada musuh.
Wa 'Āmanahum Min Khawfin
Penggunaan bentuk Nakirah atau umum bagi kata Khauf menunjukkan sangat.
12. Keamanan menjadi sarana penting untuk dapat beribadah kepada Allah.
Falya`budū ... Wa 'Āmanahum Min Khawfin
13. Allah Swt juga memberikan nikmat keamanan kepada mereka yang tidak mengesakan Allah.
Falya`budū ... Wa 'Āmanahum Min Khawfin
14. Berusaha untuk menciptakan keamanan sebelum mengajak manusia meyakini keesaan Allah merupakan perbuatan ilahi dan dapat menghilangkan alasan mereka yang tidak ingin beribadah.
Falya`budū ... Wa 'Āmanahum Min Khawfin
15. Menghilangkan rasa lapar dan ketidakamanan dari penduduk Mekah bertujuan meninggikan Ka'bah dan merupakan manisfestasi Rubiyah Allah.
Rabba Hādhā Al-Bayti... Al-Ladhī 'Aţ`amahum Min Jū`in Wa 'Āmanahum Min Khawfin
Kata al-Ladzi merupakan sifat bagi Rabb dan menunjukkan manifestasi Rububiyah.
16. Memiliki makanan dan keamanan merupakan nikmat yang patut disyukuri dan cara mensyukurinya dengan beribadah kepada Allah.
Falya`budū Rabba Hādhā Al-Bayti Al-Ladhī 'Aţ`amahum Min Jū`in Wa 'Āmanahum Min Khawfin.
http://ajian-pelet.blogspot.com















